Tuesday, March 8, 2011

78 Warga Bulukumba Positif HIV/AIDS

BULUKUMBA-RB. Sebanyak 78 warga Bulukumba dipastikan menderita penyakit HIV/AIDS terhitung sejak 2005 hingga Oktober 2010 ini. Khusus tahun ini jumlah penderita yang berhasil terdeteksi sedikitnya sembilan orang. Sedangkan jumlah penderita yang meninggal dunia akibat terinfeksi HIV yakni 14 orang dari total 78 orang yang terinfeksi. Sekretaris KPA Bulukumba Zaqyul Fahmi, mengatakan bahwa yang dominan penderita HIV/AIDS adalah kalangan pemuda dengan usia antara 19 hingga 38 tahun. Dikatakan Zaqyul, dari semua jumlah penderita lebih banyak dari jenis kelamin laki-laki dan penyebabnya rata-rata terinveksi melalui jarum suntik.

Menurutnya merupakan ancaman karena dengan pergaulan saat ini pemuda sangat rentan terinveksi virus ini jika tidak bisa menjaga diri. "Ini menjadi kekhawatiran kita bersama khususnya KPA yang memang berfungsi untuk berusaha menekan angka penderita,” ujarnya Rabu, 1 Desember.

Namun, kata dia, sangat dibutuhkan peran dan tanggung jawab orang tua. Terutama untuk memperhatikan pergaulan anaknya agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan. Sebab jika tidak segera tertangani maka ini akan menjadi masalah besar dalam regenerasi bangsa. "Apalagi yang terserang adalah anak muda," ujarnya.

Dia menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah memprogramkan berbagai kegiatan sosialisasi dan pemahaman bahaya HIV/AIDS terhadap masyarakat. Termasuk upaya menghindari virus berbahaya ini dengan cara mengenali dampak-dampak yang bisa ditimbulkannya.

Upaya yang dilakukan saat ini, kata Zaqyul, dengan membentuk kegiatan dengan menggelar sosialisasi pencegahan melalui seminar dan penyuluhan di sekolah-sekolah. "Kita harapkan tahun depan jumlah penderita bisa ditekan dan kalau bisa sudah tidak ada lagi yang menderita penyakit membahayakan itu," katanya.

Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin meminta agar KPA benar-benar menggiatkan sosialisasi soal penanggulangan virus ini. Dia meminta agar sosialisasi lebih banyak dilakukan di kalangan remaja, khususnya pelajar karena mereka ini adalah kelompok yang sangat rentan terkena imbasnya. "Ini perlu kerja keras. Mau tidak mau KPA bersamainstansi terkait mesti lebih giat,” kata Wabup. (r3/cok/B)

No comments:

Post a Comment